Showing posts with label Business. Show all posts
Showing posts with label Business. Show all posts

Saturday, February 19, 2011

100+ Peluang Usaha

Ini nih 100 lebih peluang usaha yang mungkin dapat menjadi inspirasi anda memulai bisnis.
Semoga sukses semuanya.


A. USAHA PRODUKSI ATAU INDUSTRI

Pada usaha ini ada kegaiatan mengubah bahan atau barang menjadi
barang lain yang berbeda serta mempunyai nilai tambah, meski
nampaknya sederhana.



Yang termasuk dalam kelompok usaha ini antara lain:

Industri Makanan dan Minuman

Contoh usaha :
1. Prabik roti
2. Warung makan
3. Restoran
4. Kafe
5. Berjualan dengan mobil toko
6. Katering
7. Makanan kesehatan, untuk vegetarian, atau diet khusus
8. Es krim
9. Sirup
10. Manisan buah-buahan atau asinan sayuran
11. Air isi ulang dan air dalam kemasan
12. Masakan goreng-gorengan/bakar
13. Pabrik Kerupuk/keripik
14. Kue tradisional (serabi, dsb)
15. Makanan khas daerah (sate, pecel, dll)
16. Depot es
17. Kue kering, tart, roti, coklat, dll
18. Bumbu masak
19. Makanan instant (mie, soup, bubur, dll)
20. Minuman kesehatan (herbal, jamu, dll)
21. Minuman dalam kemasan (jus, susu, makanan bayi, biskuit)
22. Snack


Industri Rumahan

Adalah usaha yang dilakukan berbasis rumah. Umumnya usaha ini hanya
terbatas pada pemenuhan kebutuhan utama atau kepuasan menyalurkan
ide, hoby atau kreatifitas.

Contoh usaha:
23. Salon kecantikan
24. Penata dan Pemangkas rambut
25. Salon mobil
26. Penitipan anak,
27. Penitipan hewan
28. Penitipan barang
29. Layanan perawatan orang tua
30. Perhiasan, cendera mata, keramik, dll
31. Membuat dan menerbitkan buku masak
32. Bahan perawatan kesehatan atau kecantikan
33. Boneka, kandang burung, meja belajar, dan sebagainya
34. Sepatu
35. Bunga kering
36. Bunga segar
37. Bingkisan, kado, parcel
38. Perpustakaan anak
39. Barang anyaman
40. Balon

Industri pakaian

Adalah usaha-usaha yang berhubungan dengan pakaian. Secara makro
industri pakaian merupakan industri terbesar setelah industri makanan.

Contoh usaha:
41. Butik
42. Kaos kaki, sarung tangan
43. Sapu tangan
44. Topi,
45. Baju Bayi
46. Jilbab
47. Asesoris pakaian: kancing, peniti, payer, dll
48. Keperluan menjahit : meter, kain kertas, kapur jahit, dll
49. Pembuat pola pakaian
50. Laundry pakaian dewasa dan anak
51. Bordir
52. Garmen
53. Pakaian dalam
54. Peralatan sholat, baju muslim, haji
55. Permak jins/jas
56. Pakaian pengantin
57. Kostum panggung
58. Perangkat hantaran/lamaran
59. Pakaian seragam khusus (ABRI, pramugari, perawat, baby siter,
dokter, karyawan, dll)
60. Pakaian tidur
61. Pemasar produk pakaian


Industri kosmetik

Contoh usaha:
62. Parfum
63. Penjualan aksesoris
64. Alat-alat kosmetik (sikat, spon, dll)
65. SPA/salon kecantikan
66. Perawatan sebelum dan sesudah melahirkan
67. Peralatan salon
68. Produksi toiletries : sabun, shampo, dll
69. Produk tata rias & kosmetik
70. Produk perawatan wajah dan tubuh (lulur, masker, krem wajah)

Bisnis percetakan

Contoh usaha:
60. Percetakan barang promosi (brosur, kalender, paying, dll)
61. Kartu lebaran, kartu nama, kartu undangan.
62. Foto copy dan jilid
63. Percetakan buku
64. Penjilidan dan penggandaan
65. Percetakan posterposter
66. Jasa print digital
67. Percetakan permainan
68. Percetakana label untuk packaging
69. Sablon
70. Sticker

Industri Handicraft

Contoh usaha:
71. Bahan daur ulang / antik
72. Sulaman
73. Kerajinan tangan etnik/tradisional/khas daerah
74. Asesoris/perhiasan dari manik-manik
75. Hiasan rumah
76. Frame/figura
77. Lampu pajang
78. Lukisan

Industri pembuatan kain tenun

Contoh usaha
79. Produksi batik atau songket
80. Menjual kain kerajinan daerah
81. Sarung


B. USAHA JASA

Usaha jasa adalah usaha yang memberikan pelayanan dan atau menjual
jasa.

Jasa pendidikan

Contoh usaha
82. Kursus mengemudi
83. Kursus mengetik
84. Kursus menjahit
85. Bimbingan belejar
86. TK dan Play Group
87. Event Organizer : seminar, training, workshop
88. Kursus wirausaha
89. Kursus bahasa : inggris, Jepang, Mandarin, Arab, dll
90. Kursus seni
91. Baby school
92. Klub kreativitas
93. Klub Petualangan
94. Privat
95. Kursus matematika
96. Pengembangan otak
97. Mengaji
98. Bimbingan belajar anak bermasalah
99. Out Bond

Jasa pengiriman

Contoh usaha:
100. Pengiriman surat
101. Jasa pengantaran barang
102. Jasa pengiriman makanan restoran

Jasa Kebugaran dan Olah Raga

Contoh usaha:
103. Senam/aerobik/fitness
104. Produksi peralatan olah raga
105. Penyedia tempat olah raga (lapangan tenis, kolam renang,
lapangan basket, dll)
106. Konsultan olah raga dan kebugaran
107. Event organizer pertandingan olah raga
108. Membuat klub pecinta olah raga tertentu (klub basket, soft ball,
dll)
109. Peralatan renang
110. Kursus/privat olah raga (renang , golf, dll)
111. Jasa reparasi / bengkel skate board, sepatu roda, dan peralatan
olah raga lainnya
112. Panti pijat

Jasa penyewaan

Contoh usaha:
113. Warnet (Warung Internet)
114. Wartel (Warung Telekomunikasi)
115. Play Station
116. CD/VCD/DVD, dll
117. Komputer dan pengetikan
118. Mobil
119. Sepeda Motor
120. Alat pesta
121. Pakaian pengantin
122. Alat fotografi/kamera
123. Ruang usaha
124. Penyewaan alat-/alat olah raga (sepeda, septum roda, dll)
125. Penyewaan alat-alat bermain anak-anak
126. Buku/perpustakaan


C. USAHA INTELEKTUAL

Dalam usaha ini sebenarnya ada unsur jasa maupun pengubahan bentuk
barang yang dijual, namun dalam usaha intelektual kebutuhan bahan baku
atau material tidak terlalu menonjol sebagaimana halnya usaha lain. Yang
terutama dikerjakan dan dibutuhkan adalah pemikiran dan pekerjaan
kreatif.

Contoh usaha:
127. Biro periklanan dan public relation
128. Production House
129. Biro desain arsitektur dan landskap
130. Biro hukum
131. Biro penterjemah
132. Biro penulisan kreatif (skenario, skip, biografi, dll)
133. Perusahaan animasi
134. Jasa riset atau penelitian
135. Notaris
136. Balai pengobatan
137. Perencana dan konsultan perkimpoian
138. Konseling psikologi
139. Konsultan Manajement
140. Konsultan marketing
141. Designer packaging, interior rumah, dll
142. Konsultan teknik
143. Konsultan bisnis
144. Head hunter dan konsultan SDM
145. Konsultan pendidikan anak
146. Konsultan / perencana keuangan
147. Konsultan pengembangan diri
148. Konsultan diet/nutrisi
149. Rancang bunga
150. Konsultan perawatan kebun/taman
151. Bisnis informasi internet
152. Video editing, video production

D. USAHA PERDAGANGAN ATAU DISTRIBUSI

Inti kegiatan usaha ini adalah sebagai perantara produsen dan konsumen,
antara pemilik dengan pembeli, untuk menyebarluaskan, memeratakan
atau memperluas jangkauan pasar suatu barang atau penawaran barang.

Usaha perkulakan

Contoh usaha;
153. Minimarket / supermarket
154. Toko grosir
155. Distributor/agen
156. Toko / kios / warung
157. Counter (HP, dll)
158. Pemasaran jaringan (MLM, MultiLevel Marketing)

Broker Properti

Contoh usaha:
159. Sewa rumah
160. Sewa tempat usaha
161. Sewa kantor bersama
162. Tempat kost pelajar/ mahasiswa

Friday, February 18, 2011

5 Langkah Menjaga Ide Bisnis Anda


Ini nih tips buat anda untuk menjaga Ide bisnis anda supaya tidak kelupaan atau tidak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab:
1. Tulis
Uraikan gagasan bisnis anda di komputer atau alat digital lain yang punya proteksi. Cantumkan siapa saja yang anda share gagasan ini. Kirim email berisi gagasan bisnis itu ke diri sendiri,sebagai bukti tanggal dan otensitas dokumen.



2. Riset, Daftarkan
Periksa di kantor hak paten apakah gagasan anda sudah ada yang memakainya. Segera daftarkan hak patennya jika semua clear.


3. Tegakkan Hak
Setelah terdaftar, awasi agar tak ada pihak yang memakai ide-ide bisnis anda tanpa ijin dari anda. Laporkan
ke yang berwewenang jika ada.


4. Buat Perjanjian
Anda perlu mengikat segenap vendor, investor, dan  karyawan dalam perjanjian menjaga kerahasiaan.


5. Pakai Lawyer
Untuk menegakkan hak cipta atas gagasan bisnis anda, gunakan pengacara yang fasih akan hukum hak cipta dan HAKI.

Wednesday, February 16, 2011

100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part VI)

Baca juga artikel sebelumnya:
Prinsip utama seorang pengusaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I)


Prinsip dasar dalam menarik dan melayani pelanggan dalam 
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)


12 Prinsip sukses memimpin usaha dalam
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part III) 

Beberapa pantangan yang harus anda hindari di dunia usaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part IV)

Hal-hal yang harus diwaspadai dalam berbisnis
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part V) 

Nah, sudah tau kan beberapa prinsip dasar untuk menjadi pengusaha yang sukses. Ingin menjadi pengusaha juga sekarang?
Baca artikel ini untuk lebih mantab terjun dalam dunia usaha.

Motivasi Berwirausaha:
95. Jangan malu berwirausaha. Sebab berwirausaha menjanjikan kemajuan. Dengan berwirausaha, peluang untuk memperoleh penghasilan besar sangat terbuka lebar.
96. Berwirausaha adalah pekerjaan bergengsi. Di kalangan komunitas Tionghoa, pertanyaan pertama yang diajukan ketika berkenalan adalah "Apa usaha anda?".
97. Berwirausaha itu menyenangkan. Dapat mengatur waktu lebih leluasa dan tidak harus terpaku di toko atau kantor terus-menerus.
98. Berwirausaha berarti mandiri. Tidak bergantung pada orang lain.
99. Dengan berwirausaha, uang lebih cepat berkembang, Penerimaan bisa melonjak tajam kalau barang dagangan laris dan semua hasil jerih payah dapat dinikmati sendiri.
100. Berwirausaha bisa memperkecil risiko turunnya nilai kekayaan. Dengan membuka toko, misalnya, seorang pengusaha bisa terhindar dari dampak buruk inflasi atau kenaikan harga barang sebab, begitu barang naikm harga barang toko juga ikut naik.
101. Berwirausaha dapat memakai uang orang lain. Dengan membangun kepercayaan pemasok atau pihak lain, usaha dapat dibangun tidak hanya dengan dana sendiri tapi juga dana orang lain.
102. Dengan berwirausaha, berbagai peluang lain terbuka. Jika sudah sukses membuka toko sepatu, dengan model waralaba atau kemitraan, terbuka pula peluang "menjual" toko sepatu.

Memulai usaha:

103. Dalam berwirausaha, mulailah dari yang kecil.
104. Cermat menghitung untung-rugi dalam setiap transaksi. Memaksimalkan keuntungan tidak selalu menjadi nomor satu jika itu menyebabkan kalah dalam persaingan.
105. Selalu melihat peluang yang ada dan berani mengambil peluang tersebut.
106. Uang tidak boleh menganggur, uang harus selalu diputar secara produktif bukan konsumtif.
107. Siap bersaing.
108. Pelanggan adalah RAJA. Pelangganlah yang mendatangkan harapan baru, karena itulah mereka harus mendapatkan pelayanan sebaik mungkin.
109. Jangan pernah menyerah; menyerah dan berhenti berusaha tidak ada dalam kamus wirausahawan sejati. Kalau gagal, cari tahu sumber kegagalannya, perbaiki, dan kembangkan.
110. Tidak cepat puas.
111. Hanya ada tiga modal usaha terpenting: keberanian, kepercayaan, dan jaringan.
112. Tetapkan dan carilah apa yang menjadi magnet dan tempatkan itu di usaha anda. Magnet bisa berupa: barang diskon, barang yang sedang digemari, barang baru, dan lain-lain.

Demikianlah prinsip-prinsip dalam dunia usaha untuk bisa menjadi seorang pebisnis yang handal. Saya berharap anda yang sudah membaca tulisan kecil saya ini menjadi seorang pebisnis yang sukses nantinya. ammiiinnnnnn.
:)

Tuesday, February 15, 2011

100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part V)

Baca juga artikel sebelumnya:
Prinsip utama seorang pengusaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I)


Prinsip dasar dalam menarik dan melayani pelanggan dalam 
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)


12 Prinsip sukses memimpin usaha dalam
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part III) 

Beberapa pantangan yang harus anda hindari di dunia usaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part IV)

Kali ini saya akan membahas tentang hal-hal yang harus anda waspadai dalam dunia usaha.
Tanpa basa-basi, langsung saja saya bahas.


79. Dalam mengelola bisnis, diperlukan kerajinan, kemalasan akan menghancurkan segalanya.
80. Orang harus dihadapi dengan rasa hormat; temperamen pemarah dan sikap yang buruk akan benar-benar menghilangkan penjualan.

81. Harga produk harus ditampilkan dengan jelas, harga yang samar-samar akan menyebabkan perdebatan dan perselisihan.
82. Rekening harus dicek dengan teliti dan dimonitor dengan baik, kecerobohan dan pemborosan akan membuat modal tak bergerak.
83. Produk harus ditata dan dipajang dengan baik, ketidakrapian akan menimbulkan kesan kedaluarsa dan rongsokkan.
84. Untuk mengabulkan kredut dan mengeluarkan dana diperlukan kebijaksanaan dan perhatian, kecerobohan hanya akan mengakibatkan kerugian dan kelemahan.
85. Pembayaran harus dilakukan pada waktu yang disepakati, penundaan akan menyebabkan hilangnya kredibilitas.
86. Kejadian yang tidak diharapkan harus dihadapi dengan tanggung jawab: mengabaikannya hanya akan mendatangkan lebih banyak kerugian.
87. Sumber daya harus digunakan secara cermat; pemborosan akan mengikis kekayaan.
88. Penjualan harus dilakukan setiap saat;penundaan akan menyebabkan hilangnya peluang.
89. Debitur harus benar-benar dicermati, memberi pinjaman tanpa seleksi akan mengakibatkan pengikisan modal.
90. Yang baik dan buruk harus dapat dibedakan dengan jelas, kelalaian akan menyebabkan kekacauan dan kebingungan.
91. Karyawan harus jujur dan tulus, karyawan yang licik dan tidak jujur akan menyusahkan pimpinan.
92. Barang-barang harus diteliti dengan baik; membeli dengan sembarangan dan tidak berhati-hati akan menyebabkan harga menjadi turun.
93. Masalah keuangan harus diatur dengan bijaksana, kecerobohan akan menyebabkan masalah dan kesusahan.
94. Pemimpin harus mantap dan tenang; kesembronoan dan ketergesaan akan menyebabkan kesalahan.


Baca artikel selanjutnya: 
Motivasi berwirausaha dan memulai usaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part VI)

100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part IV)

Baca juga artikel sebelumnya:

Prinsip utama seorang pengusaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I)


Prinsip dasar dalam menarik dan melayani pelanggan dalam 
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)


12 Prinsip sukses memimpin usaha dalam
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part III) 


Dalam artikel kali ini akan saya buka sedikit rahasia-rahasia yang harus anda ketahui supaya tidak terjerumus dalam jurang maut dalam berbisnis.
Tips-tips ini adalah pantangan yang harus anda hindari dalam prinsip berbisnis.


67. Jangan berpandangan sempit. Orang yang berpandangan sempit dan tidak berwawasan luas akan mencemaskan hal-hal yang kecil.

68. Jangan terlalu mengagungkan kebesaran. Orang yang terlalu mengagungkan kebesaran cenderung mudah digoyangkan. Dia akan cenderung didikte oleh kejadian dan perubahan-perubahan, bukan mengendalikannya.69. Jangan ragu-ragu. Apabila anda orang yang ragu-ragu, dia tidak akan mungkin menangkap peluang walaupun sudah di depan mata.
70. Jangan malas. Orang yang malas tidak akan mau menghabiskan waktu dan usaha untuk mendiagnosa peluang dan ancaman yang muncul di lingkungannya.
71. Jangan keras kepala. Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmampuan untuk berubah dan menyusaikan diri.
72. Jangan terlalu argumentatif. Pengusaha memang perlu memiliki kepandaian berbicara agar dapat memenagkan perdebatan, adu pendapat, dan kesepakatan berbisnis. Tetapi, jika ia terlalu argumentatif, hasilnya akan berbeda. Terutama, apabila ia bersikukuh mempertahankan pendapat dan pandangan pribadinya, tanpa didasari fakta dan bukti konkret.
73. Jangan mudah membuka diri. Dari sudut pandang finansial, misalnya, bagian akuntansi penagihan, tidak perlu memberikan posisi simpatik perusahaan terhadap keterlambatan pembayaran, juga tidak perlu membeberkan informasi keuangan perusahaan.
74. Jangan rakus akan pinjaman. Menggunakan kredit dalam bisnis tidaklah salah, bahkan sudah merupakan cara yang biasa dalam transaksi bisnis. Tangtangan sebenarnya dalam menggunakan fasilitas kredit adalah kemampuan untuk menanganinya.
75. Jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu. Seorang pengusaha yang sangat terfokus tidak akan mudah tergoda dan bergegas masuk ke dalam pertempuran dengan kompetitornya.
76. Jangan melemahkan simpanan dan surplus. Prinsip ini sangat berhubungan dengan prinsip bisnis ke - 6, kemampuan menagih pembayaran. Jika perusahaan mampu menagih dengan tegas, maka lebih banyak surplus untuk mengembangkan bisnisnya.
77. Jangan abaikan perubahan kondisi dan tren bisnis. Jika terlalu lamban, perusahaan tidak hanya akan kehilangan peluang, tetapi juga bisa ditimpa oleh ancaman bangkrut.
78. Jangan terlalu mengandalkan produk yang ada. Terlalu percaya akan produk yang ada dapat membuat perusahaan buta akan peluang keuntungan yang bisa didapat dari produk-produk baru yang lebih baik.


Baca lanjutannya:
Hal-hal yang harus diwaspadai dalam berbisnis
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part V)

100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part III)

Artikel ini adalah lanjutan dari 2 artikel sebelumnya yaitu:
Prinsip utama seorang pengusaha
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I)

Prinsip dasar dalam menarik dan melayani pelanggan dalam 
100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)


    Dalam artikel ini saya akan menguraikan 12 Prinsip sukses dalam memimpin sebuah perusahaan. Prinsip-prinsip yang dijabarkan adalah prinsip yang sudah dilakoni atau dilakukan oleh beberapa pengusaha sukses di Indonesia maupun dunia.
    Adapun prinsipnya adalah sebagai berikut:
    55. Mengetahui karakter orang akan menjamin anda tidak menyakiti perasaan dan hati orang lain.
    56. Memberlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima di kalangan luas dan membuat bisnis anda berkembang.


    57. Fokus pada bisnis, mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam dunia bisnis.
    58. Bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang.
    59. Bersikap tangkas dan fleksibel. Keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan.
    60. Mampu menagih pembayaran: rajin dan rewel akan menguntungkan perusahaan.
    61. Mampu mempekerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan.
    62. Mampu berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan pencerahan kepada orang lain.
    63. unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda.
    64. Mampu mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman praktek bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpan pada waktu yang tepat.
    65. Mampu memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan.
    66. Mampu melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak, mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasinya.

    Baca lanjutannya:
    Beberapa pantangan yang harus anda hindari di dunia usaha dalam
    100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part IV)

    100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)

    Ini adalah lanjutan artikel dari 100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I).

    Dalam artikel kali ini saya akan melanjutkan prinsip-prinsip dasar yang harus anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha. Prinsip-prinsip ini saya khususkan untuk menarik dan melayani pelanggan. Semoga dengan prinsip-prinsip yang saya jabarkan berikut dapat membuat anda disegani oleh pelanggan dan dapat membangun jaringan atau network yang luas dengan pelanggan demi kelancaran dan kesuksesan bisnis anda.
    Karena:
    "Pelanggan adalah raja"
    16. Pedagang harus menunjukkan kejujuran dan keikhlasan selagi melaksanakan perdagangan.

    17. Pedagang harus mewujudkan kepercayaan dan ikatan yang akrab dengan pelanggan, tidak peduli apakah dia adalah pelanggan lama atau baru, pelanggan besar atau kecil, perlakukanlah semuanya dengan sama.18. Pedagang harus melayani para pelanggannya dengan baik karena mereka adalah bagian penting dalam perdagangan.
    19. Pedagang tidak boleh mengikuti perasaan dan kehendak sendiri, pandai-pandailah membaca keinginan pelanggan.
    20. Pedagang harus mengikuti permintaan dan keperluan pelanggan.
    21. Pedagang harus selalu bermuka manis dan murah senyum.
    22. Pedagang dilarang keras memarahi dan membentak pelanggan.
    23. Pedagang tidak boleh sombong, angkuh, dan congkak.
    24. Pedagang harus rajin bekerja dan mudah mengulurkan bantuan.
    25. Pedagang harus siap memberikan pelayanan tambahan dan dalam konteks perdagangan ritel, mengantar barang ke rumah pelanggan.
    26. Pedagang tidak boleh ragu-ragu menjawab segala pertanyaan orang banyak.
    27. Pedagang harus menunjukkan bahwa dia adalah orang yang serba tahu terutama dalam bidang yang berkaitan dengan perdagangannya.
    28. Pedagang harus memperhatikan apa yang terjadi di masyarakat dan isu terkini.
    29. Pedagang harus memiliki kepekaan yang tinggi dan rasa simpati yang mendalam terhadap pelanggan.
    30. Pedagang harus menjadikan pelanggannya bersahabat, bukan sebagai pembeli yang datang dan pergi.
    31. Pedagang tidak boleh pelit memberikan diskon, pujian dan penghargaan kepada pelanggan.
    32. Pedagang harus membuka perdagangannya secepat mungkin sebelum ada pelanggan yang menunggu.
    33. Pedagang harus memberikan pelayanan yang cepat dan aman, supaya tidak ada pelanggan yang menunggu.
    34. Pedagang harus mudah diajak bicara dan berunding.
    35. Pedagang dilarang keras berprasangka buruk dan suka menghakimi para pelanggan.
    36. Pedagang harus berusaha selalu menimbulkan suasana ceria bukannya menimbulkan kebosanan.
    37. Pedagang harus selalu memastikan tempatnya selalu penuh dengan barang, jangan biarkan ada ruang kosong.
    38. Pedagang harus memberikan kebebasan kepada pelanggan dalam menentukan pilihan.
    39. Pedagang jangan sekali-kali ikut campur dalam menentukan keputusan yang dibuat oleh pelanggan, kecuali jika diminta.
    40. Pedagang harus membuat pelanggan merasa kehadiran mereka dielu-elukan.
    41. Pedagang harus belajar menggunakan uang dan meningkatkan kemampuan menabung.
    42. Pedagang harus selalu siap sedia uang receh untuk uang kembalian bagi pelanggan.
    43. Pedagang tidak boleh menunjukkan kemewahannya di depan pelanggan karena kesan bukan datang dari perhiasan tetapi dari pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.
    44. Pedagang dilarang keras makan di depan pelanggan karena dianggap perbuatan yang tidak sopan.
    45. Pedagang harus menempelkan pengumuman jika tempatnya tutup untuk sementara waktu.
    46. Pedagang jangan sekali-kali mencari musuh karena tidak baik bagi perdangan.
    47. Pedagang jangan terlalu suka membicarakan mengenai keuntungan.
    48. Pedagang harus tahu membedakan keuntungan jangka pendek dan panjang.
    49. Pedagang harus menyimpan cadangan dan stok barang supaya tidak terjadi kekurangan.
    50. Pedagang harus menepati janji dan menyelesaikan utang.
    51. Pedagang tidak akan rugi jika memberikan sedikit insentif kepada pelanggan dalam bentuk potongan harga, hadiah, atau menambah berat barang yang dibeli oleh mereka.
    52. Pedagang dilarang keras menipu pelanggannya, karena kepercayaan adalah dasar utama dalam perdagangan.
    53. Pedagang tidak boleh menyalahkan orang lain jika terjadi kerugian dan kecelakaan. Semua harus diterima dengan hati teguh.
    54. Pedagang harus mewujudkan situasi win-win  antara dirinya dan pelanggan. Dengan begitu, hubungan mereka akan kekal dan perdagangan akan dapat bertahan dengan lama.

    Baca lanjutannya:
    12 Prinsip sukses memimpin usaha dalam
    100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part III)

    100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part I)

    Untuk menjadi seorang pengusaha atau pebisnis yang sukses jangan selalu berpikir bahwa harus memiliki modal yang besar, tetapi untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses harus memiliki prinsip-prinsip dasar seperti berikut ini:
    1. Harus rajin dan tekun, karena kemalesan berakibat petaka.
    2. Hemat dalam pengeluaran, jangan sampe "Besar pasak daripada tiang". Harus bisa membagi keperluan yang benar-benar penting dan keperluan yang tidak penting.
    3. Ramah dan sabar dalam menghadapi orang lain, karena dengan sikap yang positif, kita akan disegani oleh orang banyak.


    4. Jangan menyia-nyiakan kesempatan dengan menunda-nunda pekerjaan, apabila ada pekerjaan, lebih baik segera dikerjakan supaya tidak menumpuk dan kita semakin tertekan dalam mengerjakan tugas yang sudah terlanjur menumpuk.
    5. Tegaslah dalam memimpin dan mengambil keputusan, jangan mudah goyah terhadap omongan orang lain.
    6. Berhati-hatilah dalam memberikan utang atau kredit kepada orang lain, karena tidak banyak orang yang mau membayar utang mereka.
    7. Selalu memeriksa dengan teliti persediaan barang dan pengeluaran barang.
    8. Lebih baik memaksimalkan penghasilan daripada mengurangi pengeluaran yang sebenarnya wajib untuk dikeluarkan.
    9. Kontrol pengendalian yang baik dalam menjalankan usaha.
    10. Bersikaplah adil terhadap para pekerja dan jangan pernah berburuk sangka terhadap mereka.
    11. Menyediakan cukup waktu untuk memeriksa keadaan bisnis seperti jumlah persediaan barang, pendapatan, pengeluaran dan lain-lain. Karena kesalahan kecil pasti berakiba fatal.
    12. Selalu teliti terhadap barang yang diterima, periksa kualitas dan kuantitasnya, jangan sampai kekurangan maupun kelebihan.
    13. Berhati-hatilah dalam menyepakati setiap perjanjian dagang atau kontrak apapun dalam bentuk tulisan, bacalah dengan teliti, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
    14. Bijaksana, jujur, dan penuh bertanggung jawab dalam usaha, hindarilah korupsi.
    15. Bersikaplah tenang dan percaya diri bahkan dalam masa-masa sulit.


    Baca lanjutannya :
    Prinsip dasar dalam menarik dan melayani pelanggan dalam
    100+ Prinsip Dasar untuk Menjadi seorang Pengusaha (Part II)

    Sunday, September 11, 2005

    Private Jet Fractional Ownership


    Fractional Ownership is becoming a very popular method of owning expensive occasional use items . These items can be things such as aircraft, luxury yachts, holiday homes. The management of these items is normally done through a management company, and you buy shares in the item.

    One of the most luxurious of these items is a Private Jet. Capable of travelling at up to 500 mph, these jets are essential for the businessman who travels the globe. Needless to say, fuel and insurance/permissions are a huge portion of the price of one of these jets, needless to say profit, safety, and wages of all the staff involved. They are however, luxurious inside, and cater for all businessmen.

    An interesting point is that the kerosene used in the jet turbine engines is actually cheaper than Chanel No. 5 perfume, and Ink jet Refill Ink. So, things could be worse.